Thursday, April 13, 2017

Alhamdulillah, resmi bertunangan!

Setiap bertemu teman maupun sanak saudara dalam hajatan resepsi pernikahan, pasti selalu mendapat lontaran pertanyaan, "Kapan nyusul?", atau "Kapan nikah?" dan lain-lain. Saya pribadi saat itu selalu menjawab, "Nanti kalau sudah waktunya" sambil melempar senyum tipis-tipis atau malah cengengesan, hehehe. Alhamdulillah, setelah pertemuan pertama saya dengan Galuh Pramesi di February 2016, pada 6 April 2017 kemarin setelah melewati beberapa fase dalam kehidupan (halaaah, apaan sih..) saya bersama bapak-ibu berkunjung ke rumah orang tua Galuh dalam rangka: LAMARAN!

"Jadi, maksud kedatangan kami ke rumah kali ini adalah..." (6/4/2017)
Alhamdulillah prosesi lamaran berjalan lancar dan khidmat. Berarti bisa dikatakan bahwa kami sekarang resmi bertunangan. Sebelum lamaran, sekitar 2 minggu sebelumnya saya ke rumah orang tua Galuh beserta bapak-ibu, Gasha dan Suci dalam rangka perkenalan. Sayang, saat itu Wisnu tidak bisa hadir karena masih berada di Tembagapura, Papua. Semoga dalam waktu dekat ini saat keluarga Galuh berkunjung ke rumah, Wisnu bisa turut hadir membawa istrinya, Ulin beserta si kecil, Yasmine.

Bismillah untuk naik ke jenjang berikutnya. Semoga mimpi kami untuk menikah di tahun 2017 bisa diwujudkan. Oleh sebab itu mulai sekarang mulai sibuk cari tanggal, gedung, vendor, dan lain-lain. Semoga segala proses berjalan lancar, komunikasi antar pihak keluarga bisa tersampaikan secara jelas, serta selalu dilimpahkan kesehatan dan rejeki oleh Allah SWT. Amin.

Monday, December 5, 2016

Menginjak usia 30 tahun!

Akhirnya menulis blog lagi di penghujung tahun 2016! Apa kabar?

Anak Desember! #pathdaily

Alhamdulillah, 2 Desember 2016 yang lalu saya (akhirnya) memasuki usia kepala tiga, yaitu 30 tahun (iyo, wes tuwek!). Tahun ini begitu spesial bagi saya karena kehadiran Galuh Pramesi di dalam hidup saya. Banyak cerita yang terjadi selama tahun 2016, sampai saya tidak sempat menulis di blog ini. Biarkan cerita-cerita yang telah berlalu mengendap di dalam kepala saya.  Nanti deh kalau ada waktu longgar saya akan menulis cerita itu.

Perayaan ulang tahun bareng adiknya, Riska Pratiwi, yang jatuh pada 3 Desember 2016.

Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas ucapan dan doa dari teman-teman sekalian. Doa yang baik dari teman-teman semoga juga kembali ke kalian. Terima kasih juga untuk Galuh dan keluarga yang sudah berkenan menerima saya, yang turut mendoakan semoga apa yang saya cita-citakan bisa terwujud nanti di tahun 2017, Amin.

Segini dulu deh tulisan singkat saya kali ini. Nanti disambung lagi jika ada waktu memungkinkan. Selamat beraktifitas di penghujung tahun 2016!

Tuesday, June 28, 2016

Kamu asli mana?

Hampir setiap orang pernah mendapatkan pertanyaan template, salah satunya: "(Kamu) Aslinya mana?". Ketika saya mendapatkan pertanyaan seperti itu, hati langsung berkecamuk sambil bergumam dalam hati "wah, cerita panjang lagi nih." sambil menghela nafas panjang.

Jawabnya bagaimana ya?

Bapak asli Lawang, Malang, sedangkan Ibu asli Ngantru, Tulungagung namun besar di Surabaya. Sedangkan saya, errr 15-16 tahun lahir dan besar di Tembagapura, Papua, dan kini berdomisili di Surabaya. Iya, saya selalu bilang kalau saya kelahiran Papua, jarang bilang asli Papua. Tapi bagaimana pun juga, Papua mengalir di dalam darah saya. Saya selalu rindu akan tanah kelahiran Tembagapura. Dan saya yakin pasti anak-anak Tembagapura juga pusing jika mendapat pertanyaan seperti ini.

Kemudian respon lawan bicara, "Kok ga keriting rambutnya."

Ealah.