Pages

Selasa, 28 Juni 2016

Kamu asli mana?

Bapak dan Anak
Di Mill 74, Tembagapura

Hampir setiap orang pernah mendapatkan pertanyaan template, salah satunya: "(Kamu) Aslinya mana?". Ketika saya mendapatkan pertanyaan seperti itu, hati langsung berkecamuk sambil bergumam dalam hati "wah, cerita panjang lagi nih." sambil menghela nafas panjang.

Jawabnya bagaimana ya?

Bapak asli Lawang, Malang, sedangkan Ibu asli Ngantru, Tulungagung namun besar di Surabaya. Sedangkan saya, errr 15-16 tahun lahir dan besar di Tembagapura, Papua, dan kini berdomisili di Surabaya. Iya, saya selalu bilang kalau saya kelahiran Papua, jarang bilang asli Papua. Tapi bagaimana pun juga, Papua mengalir di dalam darah saya. Saya selalu rindu akan tanah kelahiran Tembagapura. Dan saya yakin pasti anak-anak Tembagapura juga pusing jika mendapat pertanyaan seperti ini.

Kemudian respon lawan bicara, "Kok ga keriting rambutnya."

Ealah.

Minggu, 01 Mei 2016

La Familia

Lotus Putri Rizqi & Shamadyarta Ikhtiyar's wedding, (30/4/2016)

"Family is the most important thing in the world." - Princess Diana

Senin, 07 Maret 2016

Jangan terlalu sibuk dengan gadget, ah!

Halo, postingan pertama di bulan Maret 2016!

Belakangan hari ini saya sedang buka-buka channel YouTube Erix Soekamti. Konten videonya bagus dan sangat menginspirasi. Dibandingkan vlog artis lokal yang pernah saya lihat, vlog milik Erix Soekamti termasuk yang paling update. Setiap 1-2 hari selalu ada video terbaru. Ada vlog yang menarik menurut saya, yaitu percakapan random suami-istri di dalam mobil:


Entah mengapa, saya suka saja. Sungguh percakapan yang random, intim, dan koplak!

Kebalik, harusnya cewek yang pegang gadget!

Gini ini saya jadi ingat masa lalu, jamannya masih punya pasangan, kalau di mobil atau di tempat manapun kebanyakan diam. Diamnya karena si pasangan terlalu asyik dengan gadget-nya! Entah mengapa saya merasa risih saja. Mana komunikasinya? Mungkin ada benarnya juga dengan kutipan "mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat". Nah ini, kalau tiba-tiba ingat yang dulu-dulu, bawaannya langsung jengkel. Tapi di sisi lain, alhamdulillah wa syukurillah; sudah masa lalu. Mari buka lembaran baru. Semoga suatu saat nanti dapat pasangan yang tidak terlalu adiktif dengan gadget. Hehe.