Pages

Tampilkan postingan dengan label Aviation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aviation. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2016

Citilink Inflight Magazine 2016

Citilink Inflight Magazine
Ciee, masuk inflight magazine!

Mendapat kiriman foto dari seorang teman yang kebetulan jadi penumpang Citilink beberapa saat lalu. Saya tidak menyangka kalau testimonial saya di-publish di Citilink Inflight Magazine edisi February 2016. Yup, itu testimonial saya kepada Citilink via Twitter yang saya kirim pada 17 November 2015. Oh iya, saya juga menulis pengalaman pertama saya dengan Citilink di blog: Hello Citilink Supergreen!

Hmm, untung foto saya tidak ikutan di-publish di majalah, hehe. Selamat hari Minggu! Selamat Hari Kasih Sayang!

Minggu, 22 November 2015

Hello, Citilink Supergreen!

Airbus A320-214 PK-GLH as QG645 at Ngurah Rai (DPS), 15/11.
A320-214 PK-GLH as QG645 at Ngurah Rai (DPS), (15/11).

Jumat (13/11) kemarin, memanfaatkan peluang untuk jalan-jalan ke pulau Bali bersama keluarga dan adik ipar. Persiapannya termasuk mendadak, karena muncul pembicaraan sekitar 2-3 hari sebelum keberangkatan. Kebetulan, ada voucher menginap & makan di hotel Eden Kuta Bali jadi sayang kalau tidak digunakan, hehe.

Seperti biasa di dalam keluarga, jika hendak melakukan perjalanan udara menggunakan pesawat, akan dibagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter), dalam hal ini dibagi menjadi tiga kloter: 1. Bapak & Ibu, 2. Wisnu & Ulin, 3. Saya, Gasha & Suci. Kami diberi kebebasan memilih maskapai yang jam pemberangkatannya cocok. Kloter 1 dan 2 memutuskan menggunakan maskapai Low-cost Carrier (LCC) Lion Air (JT/LNI), hanya berbeda jam pemberangkatan. Saya dan adik-adik yang di kloter 3 sepakat menggunakan LCC Citilink (QG/CTV). Alasan menggunakan Citilink karena jam pemberangkatan sore dan penasaran dengan pelayanan LCC Citilink serta Airbus A320. Bisa dikatakan ini adalah A320 pertama yang saya dan adik-adik naiki selama hidup. Maklum, selama ini selalu bertemu dengan Boeing B737-100, -200, -200C, -200Adv, -300, -400, -800(WL), McDonnell-Douglass MD82, MD83 dan beberapa type pesawat single-aisle yang beredar di Indonesia, baik yang sudah pensiun maupun yang masih beredar.

Jadwal pemberangkatan kami adalah pukul 18:20 WIB dari Terminal 1 Bandara Juanda (SUB). Jika sesuai ketentuan, para calon penumpang sudah harus di ruang tunggu 40 menit sebelum keberangkatan. Sedangkan kami saat itu masih di jalan menuju bandara! Bisa dibayangkan bagaiamana kondisi lalu-lintas hari Jumat di sore hari, penuh seperti cendol. Untung rumah berlokasi di Surabaya Selatan dan dekat dengan akses tol bandara. Sesampainya di bandara kami harus memarkirkan mobil dulu di tempat parkir inap. Kemudian bergegas ke counter check-in untuk ambil seat serta memasukkan bagasi. Seperti halnya Garuda Indonesia, Citilink membuka counter check-in all destination. Ketika kami masuk, counter sepi, jadi tidak perlu antri. Perlu diketahui, Citilink berada di Terminal 1A bersama Airfast Indonesia (FS/AFE), Batik Air (ID/BTK). Masuk ruang tunggu, kami belum sempat duduk untuk memasukkan dompet, telepon selular ke dalam tas, ternyata sudah ada panggilan untuk masuk ke pesawat. Bisa dikatakan, kami datang ke bandara sangat last-minute banget!

Karena sudah gelap dan masuk menggunakan aerobridge, saya tidak bisa melihat registrasi pesawat A320 Citilink yang melayani rute QG646 SUB-DPS. Menurut flightradar24, pesawat yang saya naiki adalah Airbus A320-214(WL) s/n 6408 PK-GQH. Yup, A320 pertama yang saya naiki adalah A320 berusia 0,9 tahun yang sudah menggunakan sharklet device untuk performa terbang yang lebih efisien. Selain itu, kursi sudah menggunakan kulit. Kebetulan, kami mendapat green-seat nomor 3 dari pintu. Padahal, jika ingin duduk di lokasi tersebut, harus menambah biaya lagi.

A320-214(WL) PK-GQH as QG646 at Juanda (SUB), (13/11).

Jarak antar kursi cukup luas untuk ukuran LCC. Konon, katanya green-seat ini lebih longgar daripada kursi reguler, meski kalah longgar daripada emergency exit mungkin. Karena ini pengalaman naik LCC dan Airbus, interior dipenuhi dengan iklan-iklan produk, destinasi wisata, dan lain-lain. Oh iya, load-factor pesawat ini sekitar 95%. Ada beberapa seat yang kosong hingga pintu pesawat ditutup. Ontime performance patut diapresiasi, meski kali ini kami berangkat 5 menit lebih lambat dari jadwal seharusnya. Tidak apa-apa, yang penting jangan sampai delay berjam-jam. Sayang sekali, karena penerbangan malam itu berdurasi pendek, saya tidak sempat keliling seisi pesawat, minimal lavatory visit. Mungkin lain kali bisa keliling serta memanfaatkan fasilitas pesawat jika durasi penerbangannya 60 menit ke atas. Kami mendarat di bandara Ngurah Rai (DPS) pukul 20:01 WITA dengan selamat kemudian dilanjutkan menuju ke hotel di Kuta yang berjarak hanya 5 menit dari bandara.


Before embarked for Surabaya with A320-214 PK-GLH as QG645
at Ngurah Rai (DPS), (15/11).

Jika berangkat dengan pesawat tahun muda, berbeda dengan kepulangan pada hari Minggu (15/11) dari terminal domestik Ngurah Rai (DPS). Jadwal kami adalah pukul 12;15 WITA. Saat itu saya melihat A320 Citilink terparkir di dekat gate 4. Setelah melihat registrasinya, ternyata ini adalah pesawat yang cukup berumur, A320-214 s/n 3417 PK-GLH usia 8,5 tahun. Pesawat ini sebelumnya dipakai oleh All-Nippon Airways (ANA) dengan registrasi JA206A. Bisa terlihat jelas di interior pesawat, seat masih menggunakan corak ANA, berbeda dengan pesawat baru Citilink yang sudah full leather seat. Selebihnya, sama saja.

Sepertinya, saya jatuh cinta dengan LCC yang satu ini. Tapi masih ada 1 maskapai LCC yang ingin saya coba, yang memegang penghargaan The World Best Low Cost Carrier by Skytrax 7 tahun berturut-turut: AirAsia.

Semoga bisa keturutan di masa yang akan datang. Amin.

Kamis, 14 Maret 2013

Menantikan Boeing 777-300ER Garuda Indonesia

Mungkin judul di atas kurang berkorelasi dengan cerita di bawah ini. Bingung kasih judul yang pas.

Bosan naik B737-8U3 Garuda Indonesia? Coba deh liat timetable GA S13 Domestic Expansion siapa tahu bisa merasakan rute pendek dengan Bombardier CRJ 1000 NextGen atau pengen naik generasi classic: B737-5U3 & B747-4U3 sebelum mereka memasuki masa pensiun.

Tak sabar juga menantikan kehadiran armada long haul Garuda Indonesia yaitu B777-300ER (mungkin kalo sesuai Boeing Customer Code jadinya B777-3U3ER) yang menurut timeline @indoflyer, ini merupakan penantian Garuda Indonesia selama 17 tahun, terhitung sejak 1996. 

Pada perhelatan Indonesia Air Show 1996 Garuda Indonesia order Boeing 777-200 yang diproyeksikan menggantikan DC-10 untuk rute intra Asia dan Timur Tengah. Namun pada 1997, krisis ekonomi menerjang Asia (dan Indonesia). Di masa ini banyak maskapai yang tidak kuat dan akhirnya gulung tikar. Garuda Indonesia pun berdarah-darah menghadapi krisis moneter ini. Garuda Indonesia akhirnya mengulur delivery B777-200 dan akhirnya mendatangkan B737-500 agar tidak mendapatkan penalti dari Boeing. Di sini saya mulai paham, kenapa ada pesawat buntet ini di Indonesia (dimensi seperti B737-200, hanya beda mesin & teknologi kali yah).

Nah, pada saat program B787 diluncurkan tahun 2002, Garuda Indonesia mengkonversi order B777-200 menjadi B787. Industri penerbangan Indonesia kembali menggeliat di pertengahan tahun 2000-an namun B787 dinilai tidak cukup mengejar pertumbuhan Garuda Indonesia. Order B787 dikonversi (lagi) menjadi order B777-300ER dan direncanakan datang tahun 2010. Eh, untung banget Garuda Indonesia tidak jadi beli B787. Ingat insiden battery terbakar yang melibatkan Dreamliner ini beberapa bulan yang lalu kan?

Tahun 2008, krisis ekonomi menerjang Eropa dan Amerika. Garuda Indonesia melihat penurunan pasar Eropa. Delivery kembali ditunda hingga 2012. Akhirnya, dikabarkan semester 2 tahun 2013 Boeing 777-300ER akan datang, semoga tidak mundur lagi yah. Coba klik ini: Garuda Indonesia plans to introduce Boeing 777-300ER operation from July 2013 siapa tahu pengen merasakan pesawat baru rute domestik CGK-DPS waktu liburan nanti, hehehe..

Makin panjang saja daftar jenis pesawat yang ingin dinaiki yah. Maklum, selama ini hanya bisa menikmati lewat Youtube :D

Selasa, 27 September 2011

Miss you, AIRFAST Indonesia :)

baca TREAD INI mengobati rasa rindu saya dengan AIRFAST Indonesia beserta Mozes Kilangin Int'l Airport, Timika (TIM)

Jumat, 18 Februari 2011

Waving Gallery at Adi Sucipto Airport (JOG/WAHH)

Baru kali ini bisa foto B738(WL) sedekat ini
Foto saya ambil di waving gallery Bandara Adisucipto (JOG) tanggal 16 Februari pukul 1345 ketika menjemput ortu - kebetulan ortu naik pesawat ini sampai saya bisa teriak-teriak saking dekatnya dengan pesawat *keliatan ndesonya ini*

Sekedar informasi untuk naik ke waving galery kita membayar IDR 3000 per orang..

Beda dengan waving gallery bandara Juanda Surabaya (SUB) malah dipake orang buat tidur-tiduran :|

Selasa, 25 Januari 2011

Kamis, 13 Mei 2010

Garuda Indonesia mau gabung SkyTeam

Tahu kan foto di bawah ini adalah livery barunya Garuda Indonesia. Katanya, flag-carrier kita ini mau gabung aliansi maskapai penerbangan kelas dunia. Kalo jadi, tahun 2011 Garuda mau gabung SkyTeam. Hmm, masih ada waktu untuk berbenah menjadi lebih baik.


Saat ini, ada tiga aliansi penerbangan kelas dunia, yaitu:

STAR ALLIANCE

SKYTEAM

oneworld

Membayangkan Garuda memasang logo aliansi-nya di seluruh pesawatnya, mungkin keren yah..

Minggu, 21 Oktober 2007

10 Oktober 2007, berangkat ke Tembagapura

Jam 0500, berangkat dari rumah.. cuaca waktu itu cerah banget, secerah hatiku yang tak sabar untuk menginjakkan kaki di bumi nemangkawi, Tembagapura. Hari itu juga merupakan puncak mudik lebaran 2007 di Indonesi, jadi bandara Juanda Intl rame banget, bisa dilihat antrean kendaraan & orang2 yang masuk ke bandara..

berhubung aku bawa mungil, aku inepin dia dijuanda yang ada tempat parkir khusus nginep... Oh iya, yang berangkat abam, wisnu, mbak dewi - iya, bertiga kami berangkat.. di juanda aku parkirin mobil sedangkan wisnu ke kantor JAS buat ambil boarding pass'na Airfast Indonesia...

Oh, ternyata kata wisnu tiket'na udah ada di counter, langsung kedalam n check in... Hmm, didalem ada anak alumni juga, tapi angkatannya gasha... check in dulu, check tas tentengan oleh security Airfast, masukin koper, baru dapet seat... Airfast Indonesia adalah mitra'na PTFI, peraturannya ketat sangat..

MD-82 Airfast Indonesia di SUB
MD-82 Airfast Indonesia di apron Bandara Juanda (SUB)

kite boarding jam 0800, kite nunggu pesawat dari jakarta... perlu diketahui, Airfast kalo di surabaya parkir di apronnya cuma bentar. parkir - loading penumpang & bagasi - berangkat hanya ditempuh waktu kurang dari 30menit... kebetulan lagi extra idul fitri, Airfast ngerahin 2 pesawat MD-82, satu dari jakarta - makassar - timika, satu lagi yang aku naikin ini sby - makassar - timika.. jadi gag salah, MD-82 yang ber-seat 132 itu cuma diisi 10 penumpang aja.. jadi enak, habis take off, tanda kenakan sabuk pengaman padam, bisa pindah seat di belakang, deket sayap, ato mau ngecengin pramugari... kami bertiga dapet seat 4 C, D, E...

ah, sial! sejak aku kecil ampe sekarang ini capt'na tetep aja Wisnu Wardhana.. Apalagi pramugari2'na udah out of date.. bosen kalee... maklum waktu di tembagapura khan tiap 6 bulan naek pesawat yang sama, hehe..

Interior Airfast Indonesia MD-82
Di dalam MD-82 Airfast Indonesia.

selama di udara, yah gitu2 aja... duduk... apalagi lagi puasa... ga usah aku critain toh kalian yang udah pernah naek pesawat pas puasa khan? dapet makanan tapi kite simpen aja, ntar buat buka puasa... untung aja aku beli majalah motor n topgear, serta nokia 5500 sport series yang udah full dengan lagu2 terbaru yang aku nobatkan sebagai OST. Tembagapura...

mbak dewi, pertama kali naek pesawat tuh... wow, gaya sekali dia, wajahnya hepi banget tuh.. mungkin agak kaget aja waktu pesawatnya take-off.. iya, wisnu wardhana kalo take-off rada kasar waktu dijuanda... apalagi waktu landing di makassar, mantul2 banget... dull.. dull.. dull...

aku sukses gag pusing *udik banget*, secara udah lama gag pernah naek pesawat sejak aku di surabaya... apa gara2 aku duduk row depan yah? ah, ga penting...