Pages

Tampilkan postingan dengan label Around Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Around Surabaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2016

Makan Rangin

Penjual rangin

Kemarin malam (22/2) saya beserta Gasha dan ibu mampir beli martabak terang bulan di Jl Mayjend Sungkono Surabaya. Di depan toko martabak terang bulan ada penjual rangin. Rangin adalah jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan olahan kelapa muda parut dan tepung beras. Rasanya gurih, kadang ditaburi gula pasir di atasnya jika ingin ada manis-manisnya gitu. Saya kurang tahu persis, rangin ini jajanan tradisional asli daerah mana, mungkin kamu tahu?

Rangin merupakan salah satu jajanan favorit saya waktu masih TK. Dulu, waktu di rumah bude di Jl Cipunegara Surabaya, setiap siang atau sore, selalu beli rangin. Eh, tidak setiap hari juga sih jajannya, hehe. Di tahun 2016, di mana banyak sekali jajanan modern bertebaran ternyata masih ada yang menjual jajanan tradisional khususnya rangin meski populasinya tidak sebanyak di tahun 1990-an. Makan rangin sembari menunggu martabak terang bulan, sukses mengobati rasa rindu akan jajanan masa kecil saya dan masa muda ibu saya - tidak tahu kalau Gasha, karena dia masih kecil banget waktu itu, hehe.

Semoga senantiasa lancar dan terbuka lebar pintu rejekinya, pak penjual rangin!

Jumat, 05 Februari 2016

First Impression: Food Junction - Grand Pakuwon

Pada 22 January 2016, saya sempat melihat di salah satu media elektronik tentang grand opening Grand Pakuwon di Surabaya Barat. Di dalam Grand Pakuwon salah satunya adalah Food Junction yang merupakan salah satu destinasi hiburan dan kuliner baru khususnya di sekitar Margomulyo. Food Junction ini seperti layaknya East Coast Pakuwon City yang terletak di Surabaya Timur.

Food Junction - Grand Pakuwon Surabaya at night.

Kemarin (4/2) saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat tersebut, yang menurut beberapa orang, tempatnya jauh dari pusat kota; hampir mendekati perbatasan Surabaya-Gresik. Berangkat ke Grand Pakuwon dari Surabaya Selatan. Saya memutuskan mencoba akses lewat jalan biasa: Jl Raya Diponegoro - Jl Banyu Urip - Jl Sukomanunggal - Jl Tanjungsari - Jl Raya Manukan Lor - Jl Banjarsugihan - kemudian belok kanan menuju Jl Margomulyo Indah, di situ ada tulisan besar "GRAND PAKUWON". Setelah melewati gerbang tersebut, kita akan melewati jalan layang di atas double-track kereta api jalur Pantai Utara. Yup, memang terasa jauh bagi yang baru pertama kali lewat atau jarang ke Surabaya Barat pucuk lewat jalan biasa, hehe. Belum lagi, kawasan Margomulyo ini merupakan kawasan pergudangan, jadi bakal sering bertemu dengan truck-truck ukuran besar.

Suasana Food Junction - Grand Pakuwon Surabaya

Lahan parkir untuk mobil cukup luas; tapi belum tahu apa sanggup menampung mobil pada saat weekend. Untuk lahan parkir sepeda motor disediakan ruang teduh, memanfaatkan kolong jalan layang. Ketika masuk ke dalam, aura food court/pujasera pun terasa. Banyak bangku dan meja dan tenant-tenan yang menjual aneka makanan dan minuman. Tempat makan dibagi menjadi dua: indoor dengan atap tinggi dan outdoor di teras belakang. Sayang, karena kondisi gelap dan hujan, saya tidak sempat keliling area outdoor dimana terdapat lampu-lampu lampion, kolam, ferris wheel, arena bom-bom car.

Kolam Food Junction Grand Pakuwon Surabaya

Mungkin ini dulu catatan pandangan pertama saya tentang Food Junction. Mungkin saya akan ke sana lagi kalau Grand Pakuwon sudah mulai ramai sekitar 2-3 tahun mungkin(?). Semoga kedepannya ada pusat perbelanjaan dan bioskop disamping komplek perumahan mewah di sana.

Kamis, 16 Januari 2014

Kebun Binatang Surabaya Kini


Selasa 14 Januari 2014, saya menyempatkan diri main ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Tidak ada perubahan signifikan, sama seperti ketika saya ke KBS waktu masih kecil di awal tahun 1990-an. Justru banyak kandang koleksi yang cenderung kosong tidak.

Belakangan hari ini KBS sedang disorot oleh media di seluruh dunia karena kasus kematian satwa koleksi kebun binatang. Masih fresh di dalam ingatan kita, kasus kematian Michael - seekor singa (Phantera leo) yang mati karena lehernya terjerat kawat besi di dalam kandangnya. Sempat menjadi kontroversi karena ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa kematian Michael ini disengaja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan investigasi.

Kematian salah satu satwa koleksi kebun binatang terjadi lagi pada hari Selasa sore, yaitu kambing gunung (Oreamnos americanus). Setelah melakukan investigasi/otopsi, tidak menemukan adanya gangguan atau kelainan pada organ bagian dalam Kambing Gunung yang mati.

Kondisi KBS saat ini memang sedang rapuh-rapuhnya, baik dari sisi bangunan & fasilitas begitu juga di jajaran internal KBS. Namun bagaimana pun juga, KBS tetap menjadi salah satu tujuan rekreasi favorite masyarakat baik dari dalam maupun luar kota Surabaya. Bisa dilihat jika sedang hari libur, KBS dipadati banyak pengunjung, bahkan kendaraan pun harus parkir di pinggir Jl Diponegoro karena tempat parkir KBS tidak sanggup menampungnya.

Saya berharap KBS bisa kembali berjaya seperti dahulu kala, karena menurut saya, KBS ini merupakan salah satu ikon kebanggaan kota Surabaya, apalagi di depan KBS terdapat patung Suro & Boyo.

Rabu, 01 Januari 2014

Pergi ke Car Free Night Surabaya


Sudah lama tidak menulis blog.

Oh iya, saya mengucapkan selamat tahun baru 2014 buat teman-teman di manapun kalian berada. Semoga di tahun ini kita makin sukses di segala aspek dan tidak lupa kalau Pemilihan Umum - PEMILU akan segera datang. Jangan golput ya, gunakan hak suara kita untuk Indonesia yang lebih baik.

Oke, saya tidak membahas tentang pemilu. Kemarin, untuk pertama kalinya Pemerintah Kota Surabaya mengadakan kegiatan Car Free Night untuk menyambut pergantian tahun di beberapa ruas jalan di kota Surabaya yang diharapkan dapat menekan kegiatan konvoi di jalan raya yang dapat mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat dan fasilitas umum. Ingat kegiatan malam tahun pergantian tahun 2012-2013? Kegiatan warga hanya dengan turun ke jalanan dan memadati jalur-jalur utama kota. Hingga suasana terasa sesak bahkan diwarnai dengan kebisingan suara knalpot modifikasi sepeda motor. Emisi suara dan gas di mana-mana.

Car Free Night diselenggarakan di beberapa ruas jalan protokol kota Surabaya, antara lain:
  • Jl Raya Darmo: Kawasan ini nanti ditutup dua arah, mulai pukul 16.00 WIB sejak Masjid Al Falah atau setelah Kebun Binatang Surabaya sampai dengan perempatan Jl. Dr. Soetomo. Diantara tampilan dan aktivitas yang digelar di kawasan ini bertema budaya.
  • Jl Panglima Sudirman: Kawasan ini ditutup mulai pukul 16.00 WIB sejak simpang empat Jl.Panglima Sudirman - Jl.Gubernur Suryo sampai dengan simpang tiga Jl. Panglima Sudirman - Jl. Sono Kembang. Diantara tampilan dan aktivitas yang digelar di kawasan ini adalah bertema komunitas. Diantaranya lomba cheerleader, tarian modern dance, tarian tradisional, streetball, wushu, breakdance dan costume play.
  • Jl Tunjungan: Kawasan ini ditutup mulai pukul 16.00 WIB sejak Siola sampai dengan Hotel Majapahit. Kawasan ini bertema youth.
Sebagai warga Surabaya, saya tidak melewatkan kesempatan ini karena tahun-tahun sebelumnya cuma di rumah saja mendengar suara gaduh mercon/petasan dan suara konvoi sepeda motor dari kejauhan. Saya memutuskan ke Car Free Night dengan berkendara mobil sambil mengangkut foldingbike di bagasi untuk jaga-jaga kalau malam itu turun hujan. Oh iya, Pemerintah Kota Surabaya juga menyediakan spot parkir untuk warganya yang datang ke Car Free Night, antara lain: 
  • Jl. Mojopahit sisi barat dan timur yang mampu menampung 60 roda empat dan 2700 roda dua. 
  • Jl. Tumapel, mampu menampung 50 roda empat dan 500 roda dua. 
  • Jl. Bintoro sisi timur, mampu menampung 50 roda empat, dan 700 roda dua. 
  • Jl. Bengawan sisi barat, mampu menampung 100 roda empat, dan 500 roda dua. 
  • Taman Bungkul, mampu menampung 200 roda empat, dan 500 roda dua. 
  • Sepanjang Jl. Cimanuk, menampung 50 roda empat, dan 200 roda dua. 
  • Jl. Ciliwung, mampu menampung 50 roda empat dan 300 roda dua. 
  • Jl. Progo, mampu menampung 30 roda empat dan 300 roda dua. 
  • Jl. Juwono mampu menampung 100 roda empat. 
  • Jl. Citarum mampu menampung 50 roda empat dan 500 roda dua. 
  • Jl. Porong mampu menampung 30 roda empat dan 100 roda dua. 
  • Jl. Darmo Kali, mampu menampung 100 roda empat.
Berangkat dari rumah terlalu malam mengakibatkan terjebak kemacetan dan susah dapat slot parkir di sekitar area Car Free Day. Namun saya melihat petugas kepolisian all-out mengatur lalu-lintas agar bisa mencair, walau saya sempat terjebak macet sekitar 30-45 menit karena pengendara lain yang tidak tertib dan saling serobot. Akhirnya, saya mendapatkan parkir di Jl Darmo Kali. Pasang kunci ganda, mengeluarkan foldingbike dan langsung ngacir ke Car Free Night di Jl Raya Darmo.

Di Car Free Night Jl Raya Darmo ini menurut saya biasa saja karena setiap hari Minggu pagi, kawasan ini dijadikan Car Free Day. Yang membedakan adalah waktu kegiatan dan tidak ada orang aerobic dan main sepak bola, hehe. Saya melihat warga sangat antusias. Di antaranya mereka bakar jagung bersama-sama. Konon, Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan sekitar 2.014 Kg jagung untuk kegiatan ini. Tak lupa ada stand makanan dan panggung hiburan. Saya tidak lama di daerah ini karena RidzkiWinton dan Nesty sudah menunggu saya hampir 60 menit.

Perjalanan kami lanjutkan dari Jl Raya Darmo menuju Jl Tunjungan via Jl Basuki Rahmat. Lalu-lintas lancar didominasi dengan sepeda angin dan beberapa kendaraan bermotor lewat dan pejalan kaki. Akhirnya bisa melihat pedestrian-path dimanfaatkan sepenuhnya oleh pejalan kaki karena biasanya kalau malam sepi. Sebelum ke Jl Tunjungan, kami mampir di Jl Gubernur Suryo melewati gedung negara Grahadi. Saya mengira akan diadakan pesta kembang api, ternyata Pemerintah Kota Surabaya tidak menyalakan kembang api karena mau berhemat. Di halaman Grahadi terdapat panggung cukup besar sedangkan di sisi Jl Gubernur Suryo depan Bank BNI ada layar tancap (bioskop outdoor) yang sedang memutarkan film. Melihat layar tancap ini jadi ingat ketika saya masih kecil menonton film layar tancap di gang kampung rumah bude di Jl Cipunegara. Di daerah ini juga tidak berlama-lama alias numpang lewat saja karena kami tidak mau ketinggalan moment pergantian tahun di Jl Tunjungan. Jadi, tempat Car Free Night di Jl Panglima Sudirman kami skip.

Kami melanjutkan perjalanan dari Jl Gubernur Suryo melewati Jl Yos Sudarso kemudian menyusuri Jl Ketabang Kali - Jl Genteng Besar dan sampailah di Jl Tunjungan. Di sini ada panggung besar di dekat Siola serta berjejeran stand makanan, pakaian, souvenir, komunitas anak muda, dan lain-lain. Kami tidak merapat ke panggung besar karena jumlah penonton yang padat. Saya (dan mungkin teman saya) lebih tertarik stand-by di sekitar Hotel Majapahit yang merupakan hotel iconic Kota Surabaya.

Sedikit disayangkan, saya menemukan tempat sampah namun jumlahnya sedikit di sekitar tempat Car Free Night. Alhasil, sampah berserakan dimana-mana atau memang pemikiran warga yang beranggapan, "ah, onok pasukan kuning (dinas kebersihan) ae loh" sehingga menyepelekan akan pentingnya buang sampah di tempat sampah, apalagi kotoran kertas pasca penyalaan kembang api berukuran besar tidak jauh dari hotel.

Setelah acara penyalaan kembang api di tahun baru dilaksanakan. Warga mulai bersiap untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing karena kebetulan juga mulai gerimis tipis-tipis. Dinas Kebersihan mulai mengerahkan pasukannya untuk membersihkan sampah-sampah dan diangkut ke truck sampah karena pada pukul 02:00 dini hari semua jalan protokol dibuka kembali untuk umum.

Mungkin ini saja yang bisa saya ceritakan. Seharusnya dini hari tadi sepulang dari Car Free Night saya langsung posting ini karena memory masih fresh namun apa daya kantuk tidak bisa diajak kompromi. Saya berharap Pemerintah Kota Surabaya bisa mengadakan kegiatan Car Free Night di masa mendatang meskipun frekuensinya tidak sesering Car Free Day. 6 Bulan sekali mungkin?

Semoga saja.

Senin, 28 Mei 2012

Bike-Lane hadir di Surabaya!

bike-lane di Jl. Basuki Rahmat
Sepertinya, warga Surabaya khususnya penggemar sepeda (termasuk saya) senang dengan kejutan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Seiring dengan meningkatnya kegemaran masyarakat kota akan bersepeda, Pemkot Surabaya membangun bike-lane di sepanjang jalan protokol Surabaya, untuk tahap pertama yaitu: Raya Darmo - Urip Sumoharjo - Basuki Rahmat - Gubernur Suryo - Panglima Sudirman - Urip Sumoharjo - Raya Darmo. Proyek ini dikebut karena rencananya akan diresmikan bertepatan dengan HUT Kota Surabaya yang ke-719 pada 31 Mei 2012 nanti.

Pengamatan saya masih sebagian bike-lane yang diberi cat warna hijau, mungkin anggarannya kurang kali yah? hehe. Rambu-rambu "Lajur Khusus Sepeda" sudah terpasang, garis marka bergerigi juga sudah terpasang meski ada beberapa yang menceng - salah masang mungkin? Kedepannya semoga seluruh bike-lane di ruas jalan protokol Surabaya diberi cat warna hijau agar pengendara lain tahu & tidak masuk ke lajur sepeda ketika ada cyclist di dalamnya.

Dengan adanya bike-lane, kita sebagai cyclist jangan 100% merasa aman. Perbandingan jalan dengan laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Surabaya tidak seimbang. Jadi tetap waspada saja karena bike-lane ini masih jadi satu dengan lajur roda dua/angkutan umum dan beberapa tempat dijadikan tempat parkir kendaraan (Jl. Urip Sumoharjo). 

Mungkin bike-lane ini belum sebaik & seramah di Yogyakarta. Tapi kedepannya semoga bike-lane Surabaya bisa sebaik bahkan lebih baik dari pada bike-lane di Yogyakarta. Semoga dengan fasilitas ini warga bisa memanfaatkannya tidak hanya pada hari Minggu, tapi pada hari-hari biasa - kita lihat saja. Oh ya, jangan lupa pake helm & pasang reflektor atau lampu jika bersepeda di malam hari.

Terima kasih, Pemkot Surabaya :)

Minggu, 01 April 2012

Hello, Earth Hour 2012!

Kemarin, 31 Maret 2012 kita bertemu lagi dengan sebuah aksi global: Earth Hour 2012 yang diselenggarakan setiap minggu terakhir di bulan Maret. Bagi yang belum tahu Earth Hour itu apa, bisa lihat di Wikipedia atau WWF Earth Hour atau Earth Hour Indonesia. Ini tahun ketiga saya bersama keluarga mengikuti aksi Earth Hour ini mulai tahun 2010, 2011 dan tahun ini. Seperti biasa, mendukung kegiatan Earth Hour ini cukup dengan mematikan lampu & peralatan listrik yang tidak digunakan pada pukul 20.30-21.30 sebagai wujud kepedulian kita terhadap perubahan iklim yang terjadi di Bumi yang kita tempati ini.

Oke, jika tahun-tahun sebelumnya saya Earth Hour di rumah kemarin saya ikut aksi Earth Hour bersama seluruh warga/komunitas di Surabaya yang dilaksanakan di Grand City Mall, Surabaya. Alhamdulillah cuaca malam itu cerah walau sedikit windy, masuk angin secara belum makan apalagi ke sana dengan bersepeda, hehe..

Berikut ada beberapa foto yang berhasil saya abadikan. Maaf yah kalo kualitas foto-nya kurang, secara diambil dari BlackBerry & uploader Blogger yang sedikit aneh menurut saya, hehe :D

Sebelum acara dimulai, sempetin foto-foto dulu

Grand City Surabaya 30 menit sebelum pemadaman lampu

Grand City saat dipadamkan lampunya mulai pukul 20.30

Lilin Earth Hour 60+ di parking area Grand City
Oh iya, kegiatan Earth Hour 2012 di Surabaya ini juga dihadiri oleh CEO Grand City Surabaya, Mr Sim Tang Chuang; Wakil Walikota Surabaya, Pak Bambang DH; Duta Earth Hour, Piyu Padi; dan Perwakilan dari WWF Indonesia (lupa namanya) yang bersama-sama mematikan saklar raksasa secara simbolik sebagai dimulainya aksi Earth Hour selama 1 jam. Selama gelap-gelapan kita ga nganggur begitu saja, di sana disuguhkan berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik dari barang-barang bekas, parkour, capoeira khas Brazil, freestlye BMX dan masih banyak lagi..

tepat pukul 21.30 lampu Grand City dinyalakan kembali
Dengan dinyalakan kembali lampu Grand City Surabaya, berakhir sudah kegiatan Earth Hour tahun ini. Namun, kita sebagai individu jangan berhenti di sini saja. Selanjutnya jadikan gaya hidup dengan berhemat dan lebih peka terhadap lingkungan hidup sekitar, kalau bukan diri kita, siapa lagi?

Mungkin ini dulu yang bisa saya tulis, sampai jumpa di Earth Hour 2013!

Minggu, 15 Januari 2012

Bu Walikota, pinjam slot parkir yah!


Foto ini saya ambil waktu morning ride hari Sabtu kemarin di kantor Pemerintah Kota Surabaya.

Keren kali yah kalo pejabat pemerintahan pergi ke kantor dengan bersepeda, hitung-hitung mengurangi polusi udara & menekan konsumsi BBM. Dengan gowes gini paling "bensin"-nya es teh manis + nasi pecel di pagi hari...

Minggu, 16 Januari 2011

Bike Lane di Surabaya?


Kota Surabaya memiliki jalur khusus sepeda, apakah mungkin?

Kalo dilihat kondisi jalan raya yang ada tidak mungkin mengingat perbandingan luas jalan raya dengan kendaraan bermotor tidak seimbang. Bayangkan saja jam berangkat dan pulang kantor jalan penuh sesak kayak cendol.


Kira-kira jalur sepedanya di taruh di mana, Jalur Pedestrian kah? Secara jarang dipake orang jalan kaki. Daripada nganggur atau digunakan jadi tempat PKL :D

Senin, 10 Januari 2011

Lumayan bersepeda dapat 35 kilometer

Kombinasi yang ciamik:
3 Folding(s) Abam - Milzam - Ridzki
3 Fixie(s) Kendri - Danny - Dede
3 MTB(s) Kayak - Wiranti - Winton

Bikin rute MR waktu hari Sabtu kemaren sama anak-anak: KFC A Yani (START!) > Royal Plaza > KBS > Raya Darmo > Basuki Rahmat > Embong Malang > Blauran > Praban > Genteng Kali > Ngemplak > Walikota Mustajab > Gubeng Pojok > Biliton (istirahat) > Kertajaya > Manyar Kertoarjo > Dharma Husada > Galaxi Mal (istitahat) > Kertajaya Indah > ITS > Pakuwon City > Kejawan Putih Tambak > Kyai Ahmad Dahlan > Keputih > Arif Rahman Hakim > Soto Cak Har (sarapan pagi) > Semolowaru > Nginden Semolo > Raya Nginden > Raya Prapen > Margorejo > Ahmad Yani > KFC A Yani (FINISH!)

Total jarak tempuh sekitar 35 Km, lumayan deh.. Insya Allah Sabtu depan gowes ke Jembatan Suramadu deh. Semoga anak-anak yang lain bisa ikut, kurang sepeda kebo Yotta, Andyo. Hmm, tadi pagi saya nekat ke Suramadu bareng Winton. Sampe sekarang kaki saya masih pegel.

Ga tau diri siy :|

Minggu, 19 Desember 2010

Fun Bike UNAIR 2010

tadi pagi ikut Fun Bike dalam rangka Dies Natalis Universitas Airlangga 2010. peminatnya banyak walau harga tiketnya termasuk mahal yaitu Rp 30,000. oke, anak-anak autonomic yang ikut adalah: saya (jelas sekali), ridzki + wiranti, galih, dede, yotta. sebenarnya ada kiki dan milzam tapi sayang mereka ga bisa ikut karena bangun kesiangan & sakit cacar.

dengan duit segitu dapat apa? kaos dan ticket doorprize. lumayan juga ada motor, sepeda MTB, handphone, mesin cuci, lemari es (dua barang terakhir idaman para ibu).. karena ticket milzam dan kiki ada di aku mending dipake aja buat kocok undian, siapa tau dapet. walau ternyata sampai acara selesai saya ga dapet apa-apa.


coba aku ingat kembali tadi rutenya lewat mana. start Kampus C > Galaxi Mal > perempatan belok kanan berarti masuk Jl Manyar ya? > perempatan lagi setelah toko buku Gramedia belok kanan itu aku ga tau jalan apa > pertigaan belok kiri lewat depan Kampus B > pertigaan belok kanan lewat RSUD Dr Soetomo > perempatan belok kiri lewat SMAN 4 - PDAM Kota Surabaya - naek viaduk > Delta Plaza Jl Pemuda > Jl. Yos Sudarso > Pemkot Surabaya > Grand City Mall > tanjakan viaduk (di sini banyak orang yang lupa ancang-ancang dari jauh. akibatnya ga kuat nanjak) > perempatan lewat Kampus A > Jl. Dharmahusada > setelah SMK 5 Pembangunan (bener ga) belok kiri > nah ini aku ga tau jalan apa walau pernah lewat > belok kiri > muter balik > kayaknya Jl Mulyosari dan Finish di Kampus C lagi.

menurutku lumayan jauh tapi ga terlalu capek, namanya juga fun bike - jalannya pelan-pelan. ga kayak waktu aku ikut night riding sama anak-anak Fixie yang kebanyakan kenceng. sebenarnya aku diajak anak-anak supaya gabung BikeBerry, tapi masih mikir-mikir dulu. takut ga kuat karena mayoritas pelari cepat walau menggunakan folding-bike ukuran ban 16" - 20". tadi pagi BikeBerry berangkat dari Surabaya naek ke Pandaan, sungguh perkasa...

Minggu, 12 Desember 2010

(ng)Gowes!

Saatnya menyalurkan hobi yang dulu pernah pudar dengan gowes a.k.a bersepeda! Hidup sehat, ikut membantu mengurangi polusi udara :)

Foto di atas aku ambil tadi pagi di area Car-Free Day Jl Raya Darmo. Ada Urbano 5.0 punya Galih & Urbano 3.0 punya Devi.


Foto yang ini aku ambil hari Jumat 10 Dec 2010 nebeng nite riding bareng Surabaya Fixed Gear, komunitas sepeda Fixie. Fixie di sebelah itu punya Rizki Pratama. Malam itu merupakan nite riding perdana saya. Lumayan juga trayeknya Karah - Ketintang - Wonokromo - Barata - Pucang - UNAIR - SMA 4 - Jl Pemuda - Jl Yos Sudarso - SMA Komplek - Jl Pemuda (lagi) - Pangsud - Konjen AS - Gelora Pantjasila - Mayjend Sungkono dan berakhir di McD Sungkono.

Sudah ada beberapa crew autonomic mencoba hobi baru ini baik menggunakan folding bike, fixie maupun MTB.. Seperti biasa meracuni anak-anak yang lain supaya bersepeda. Lumayan menghemat konsumsi BBM dan mengurangi polusi udara.

Senin, 03 Mei 2010

salahkan si komo kah?


jumlah kelahiran kendaraan pribadi di kota surabaya berkembang (amat sangat) pesat (sekali)
tapi tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan raya. hasilnya:

1. kemacetan di mana-mana
2. polusi suara & polusi udara
3. gampang stress (apalagi kalau terlibat insiden)

foto aku ambil hari Minggu kemaren di JPO depan UMC Basuki Rahmat. kebetulan lagi ada pameran di Gramedia Expo (siputih parkir di sana) trus makan siang di Dapur Desa