Pages

Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2025

Membuat Souvenir Ulang Tahun Anak: Ide Sederhana dan Berkesan

Souvenir ulang tahun Andra

Merayakan ulang tahun anak selalu menjadi momen spesial. Salah satu hal yang tak kalah penting adalah souvenir ulang tahun. Souvenir menjadi bentuk ucapan terima kasih kepada tamu yang hadir, sekaligus kenang-kenangan dari pesta si kecil.

Tahun ini terasa istimewa bagi kami. Beberapa hari lagi Andra akan berulang tahun yang ke-6. Selama ini, kami selalu merayakannya secara sederhana: tiup lilin bertiga di rumah, lalu membuat acara kecil-kecilan di rumah eyang kakung dan eyang ibu, juga di rumah akung.

Namun kali ini berbeda. Untuk pertama kalinya, kami akan merayakan ulang tahun Andra di sekolah, bersama guru dan teman-teman sekelasnya. Rencana ini sebenarnya sudah kami buat sejak Andra masih di kelas KB. Kami pernah berkata, “Nanti kita rayakan ulang tahun pas Andra sudah TK-B ya.” Dan akhirnya, momen itu datang juga.

Sebelum membeli souvenir, tentu kami meminta izin terlebih dahulu kepada pihak sekolah. Begitu rencana ulang tahun di sekolah sudah disetujui oleh guru, baru kami memikirkan souvenir apa yang cocok untuk anak-anak.

Memilih dan Menyiapkan Souvenir

Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk menyiapkan beberapa jenis souvenir, yaitu:

  • Piring, sendok, garpu, pisau plastik
  • Goodie Bag berisi snack, susu, biskuit
  • Kaos kaki lucu dan menggemaskan
  • Sticker nama anak
Dan tentu saja, kami juga menyiapkan souvenir khusus untuk ibu guru, berupa:

  • Sandwich
  • Snack box

Kami memilih souvenir piring, sendok, garpu, dan pisau plastik karena benda-benda ini bisa digunakan sehari-hari. Di usia mereka sekarang, anak-anak mulai belajar makan sendiri, jadi perlengkapan makan pribadi terasa pas dan bermanfaat. Selain itu, barang-barang tersebut mudah dicari, dikemas, dan tidak mudah rusak selama proses persiapan.

Rincian Barang & Estimasi Harga

Untuk persiapan souvenir ulang tahun Andra, kami memilih beberapa jenis barang berikut dengan harga estimasi di Surabaya (harga dapat berbeda tergantung toko, promo, dan wilayah):

  • Piring, sendok, garpu, dan pisau plastik (alat makan anak) seperti IKEA, dengan harga sekitar Rp20.000 per set.
  • Goodie bag berisi snack + susu + biskuit dengan kondisi sudah dibungkus, seharga Rp9000 per buah.
  • Kaos kaki lucu anak, dengan harga sekitar Rp4000 per pasang.
Dengan rincian ini, kami bisa menyiapkan souvenir yang berguna, menarik, dan sesuai usia anak-anak, tanpa membuat pengeluaran terlalu tinggi.

Estimasi Total Biaya Souvenir

Misalnya, jumlah anak di kelas adalah 20 orang, maka estimasi biaya souvenir adalah sebagai berikut:

  • Alat makan plastik × 20 = Rp20.000 × 20 = Rp400.000
  • Goodie bag snack + susu + biskuit × 20 = Rp9.000 × 20 = Rp180.000
  • Kaos kaki lucu × 20 = Rp4.000 × 20 = Rp80.000
Total estimasi biaya untuk 20 souvenir anak sekitar Rp660.000.

Jika ditambah souvenir untuk guru, seperti sandwich dan snack box, maka total keseluruhan bisa bertambah sekitar Rp100.000–Rp150.000, tergantung pilihan menu dan kemasannya.

Dengan perhitungan ini, menyiapkan souvenir ulang tahun Andra menjadi lebih terencana, hemat, dan tetap menyenangkan untuk anak-anak.

Dari pengalaman menyiapkan ulang tahun Andra, kami belajar bahwa souvenir yang sederhana tapi bermanfaat justru lebih berkesan. Mulai dari alat makan plastik, goodie bag snack, hingga kaos kaki lucu, semua bisa membuat anak-anak senang tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Perencanaan yang matang dan memilih barang yang tepat (terima kasih, mama Galuh!) membuat pesta berjalan lancar dan meninggalkan kenangan manis.

Tidak hanya itu, melihat Andra ikut membantu memasukkan kaos kaki ke dalam plastik souvenir, membuat kami tersenyum sendiri — karena ternyata proses menyiapkan souvenir itu sendiri menjadi bagian dari kenangan ulang tahunnya. Momen kecil seperti ini membuat kami sadar, bahwa kebahagiaan anak dan kehangatan keluarga jauh lebih berharga daripada kemewahan pesta.
   

Rabu, 22 Oktober 2025

Mempersiapkan anak sebelum ke sekolah

Ayah ibu dan anak berangkat ke sekolah
Berangkat ke sekolah di pagi hari.

Pagi hari sering kali menjadi waktu yang super sibuk bagi orang tua yang memiliki anak di usia sekolah. Suasana pagi yang dingin sejuk pun bisa menjadi panas karena panik: orang tua atau anak bangun kesiangan, baju seragam sekolah belum siap karena belum disetrika, atau suasana hati anak dalam menjalani hari yang panjang.

Waktu anak kami masih PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di balai RT dekat rumah, masih relatif santai mempersiapkan anak "sekolah" karena jadwal masuk hanya dua hari dalam seminggu. Jarak rumah ke balai RT relatif dekat — hanya jalan kaki — dan waktu sekolah pukul 08.00 sampai 09.30.

Setelah setahun di PAUD, kami memutuskan untuk memindahkan anak ke KB (Kelompok Bermain) di KB-TK Labschool UNESA 2 Surabaya. Pada momen ini mempersiapkan anak untuk ke sekolah lebih diperketat karena jarak dari rumah ke sekolah sekitar 5 kilometer. Namun jadwal masuk KB tiga hari dalam seminggu. Waktu sekolah pukul 07.30-10.00.

Memasuki TK (Taman Kanak-kanak) masih di sekolah yang sama, jadwal masuk pun menjadi lima hari dalam seminggu dengan waktu sekolah pukul 07.30-11.00.

Sebentar lagi tahun 2026, akan masuk SD (Sekolah Dasar) yang kami yakini jadwal sekolah akan lebih padat lagi, khususnya jam masuk sekolah yaitu 07.00. Dari rutinitas pagi yang kami lakukan di weekdays, ada beberapa poin yang bisa dilihat.

1. Mempersiapkan semua keperluan di malam hari


Membiasakan anak dalam mempersiapkan barang keperluan sekolah seperti:
  • Baju seragam, dasi, topi, ikat pinggang
  • Buku pelajaran sesuai jadwal (khusus SD)
  • Botol minum, kotak bekal, alat tulis,
adalah salah satu bentuk belajar untuk bertanggung jawab dan menghindari panik yang bisa membuat orang tua jadi senewen 😵‍💫.


2. Tidur yang cukup dan teratur untuk anak dan orang tua


Jika waktu tidur anak dan orang tua cukup akan lebih bersemangat dalam menjalani hari yang panjang keesokan harinya. Upayakan menyetel jam biologis anak sedini mungkin — misalnya, usia PAUD — setidaknya maksimal pukul 21.00 sudah masuk kamar sambil di-sounding bahwa besok harus bangun pagi karena ke sekolah bertemu dengan ibu guru dan teman-teman untuk belajar dan bermain.
Rutinitas sebelum tidur bisa dengan bercerita tentang kegiatan anak hari ini ngapain saja, membaca buku bersama, atau mendengar celotehan random anak yang kadang kita sebagai orang tua berpikir dalam hati, "haduuh apaan sih?" ðŸ˜Œ

3. Bangun lebih pagi di weekdays


Kalau anak adalah tipikal morning person, tidak akan repot membangunkannya setiap pagi. Nah ini, sepertinya anak kami termasuk yang susah banget bangun pagi. Sebagai orang tua jangan patah semangat melatih anak supaya bangun pagi dengan menyenangkan. Ketika usia PAUD masih bisa diterima anak bangun tidur jam 06.00 namun ketika bertambahnya usia, mulai dilatih bangun 30-60 menit lebih awal yaitu jam 05.30 atau 05.00. Membangunkannya pun dengan cara yang lembut: mengusap punggung atau kepala sambil memanggil namanya. Bangun tidur lebih awal memberi kesempatan anak untuk membuka mata sambil gegoleran di kasur sebelum bangkit keluar kamar. Istilah kata, ngumpulin nyawa dulu. 

4. Sarapan 


Sarapan adalah pondasi yang penting sebelum beraktifitas. Setelah bangun tidur biasakan minum segelas air putih. Kalau mau yang hangat-hangat, susu juga boleh. Sarapan bergizi sangat penting untuk memastikan anak memiliki energi yang cukup untuk belajar dan bermain sepanjang hari, oleh karena itu sebaiknya orang tua menyiapkan menu yang sehat dan seimbang, misalnya kombinasi karbohidrat, protein, dan buah-buahan, serta melibatkan anak dalam memilih menu sarapannya agar ia merasa lebih antusias dan senang saat makan di pagi hari.

5. Komunikasi Positif Sebelum Berangkat


Sebelum anak berangkat ke sekolah, penting bagi orang tua untuk menciptakan komunikasi yang positif dan menenangkan, misalnya dengan memberikan ucapan semangat, memuji usaha anak dalam bersiap, atau menanyakan perasaannya tentang hari yang akan dijalani, karena hal-hal sederhana ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, mengurangi kecemasan, dan membuatnya lebih bersemangat menghadapi aktivitas sekolah; dengan rutinitas ini, anak juga akan belajar bahwa pagi hari bisa menjadi momen hangat yang menyenangkan, bukan sekadar terburu-buru dan tegang.

Kunci utama mempersiapkan anak berangkat ke sekolah bukan hanya terletak pada kesiapan fisik, tetapi juga pada perencanaan yang matang dan suasana hati yang tenang dari orang tua, karena anak cenderung meniru energi dan mood orang di sekitarnya; dengan membiasakan rutinitas pagi yang teratur, seperti menyiapkan perlengkapan malam sebelumnya, memastikan anak tidur cukup, sarapan bergizi, dan menyertakan komunikasi positif serta dorongan semangat sebelum berangkat, anak tidak hanya akan belajar disiplin, tetapi juga tumbuh dengan rasa percaya diri, keceriaan, dan antusiasme yang tinggi setiap pagi, sehingga hari-harinya di sekolah menjadi lebih menyenangkan dan produktif.

Mempersiapkan anak berangkat sekolah bukan hanya soal perlengkapan atau waktu, tapi juga soal membangun suasana hati yang positif dan percaya diri. Setelah membaca ini, bagaimana pendekatan Anda di rumah? Apakah Anda memiliki ritual pagi yang membuat anak senang dan siap menghadapi sekolah, atau justru masih merasa terburu-buru? Bagikan cerita dan tips Anda di kolom komentar untuk menginspirasi kami dan orang tua lainnya.

Rabu, 01 Oktober 2025

Apa kabar?

Pemandangan
Foto acak dari Andra, UNESA Lidah Wetan Surabaya

Barusan download app Blogger dari Play Store dan mencoba mengetik dari gawai. Apa kabar semuanya?

Saya seorang ayah satu anak —yang usianya mau menginjak 40 tahun— ingin mencoba menulis lagi, boleh tidak? Sebaiknya tema yang akan saya angkat apa ya? Banyak moment —salah satunya— dalam menjalani bahtera rumah tangga, mengurus anak, yang seharusnya bisa dibagikan lewat tulisan, tidak melulu posting foto atau video lewat story Instagram atau WhatsApp 😅.

Semoga semua dalam keadaan sehat, bahagia. Amin.

Senin, 02 September 2019

Now Loading: Buah Hati

Ketika saya menulis ini Insha Allah usia kandungan Galuh (kalau tidak salah hitung) memasuki 30 weeks. Menurut dokter kandungan kami HPL (hari perkiraan lahir) adalah di bulan November 2019, bisa minggu awal atau minggu kedua. Kami harus bisa memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk mencari kebutuhan si bayi ketika sudah lahiran. Tinggal dua bulan lagi. Nama lengkap bayi pun belum kami siapkan! 

Ibu mengandung 23 minggu
17 July 2019, ketika usia kehamilan 23 weeks

Soal jenis kelamin sebenarnya kami sudah tahu. Tapi karena ibu dan bapak, orang tua kandung saya, tidak pengen dikasih tahu jenis kelaminnya hingga kelahiran nanti (biar kejutan, katanya) akhirnya kami juga "merahasiakan" kepada setiap orang yang bertanya. Biarlah orang-orang menebak sendiri dari bentuk perutnya Galuh (yang konon katanya jenis kelamin bayi bisa dilihat dari bentuk perut si ibu). Eh, padahal papa dan mama, orang tua Galuh, sudah tahu dari awal. Tapi kami berpesan jangan sampai keceplosan ketika suatu nanti para orang tua sedang asyik ngobrol di ruang tamu atau via telpon. 

Sehat dan bahagia selalu untuk ibu dan bayi di dalam kandungan. Kira-kira lahir anak laki atau perempuan? 

Sabtu, 13 Januari 2018

New chapter of life: Menikah

Assalamualaikum! 

Apa kabar? Sebelumnya ijinkan saya untuk mengucapkan selamat tahun baru 2018. Semoga harapan dan mimpi kita bisa terwujud, senantiasa dikarunia rejeki, kesehatan serta perlindungan oleh Allah SWT. Amin.

Langsung cerita sedikit saja ya.

Pernikahan
Akhirnya punya buku nikah! (5/11/2017)

Pada hari Minggu, 5 November 2017 telah diselenggarakan prosesi akad nikah di rumah mempelai putri pada pukul 0800. Alhamdulillah, segala prosesi berjalan dengan lancar serta didukung cuaca yang cerah dan hangat karena di bulan itu sudah mulai memasuki musim penghujan. Yang jelas, moment tegang saya di prosesi ijab-kabul sudah terlewati! 😆 

Resepsi pernikahan (19/11/2017)
Acara syukuran akad nikah dihadiri oleh sanak saudara dari masing-masing keluarga besar, teman dekat mempelai putri, serta tamu undangan dari para tetangga. Untuk acara di tanggal ini (5/11) tidak semua mendapat undangan karena keterbatasan tempat dan memang dikhususkan untuk keuarga dan kerabat terdekat. Oleh karena itu dilangsungkan resepsi pernikahan 2 minggu kemudian setelah acara akad nikah yaitu pada tanggal 19 November 2017.

Mengapa kami mengadakan dua acara dengan jeda waktu yang lumayan jauh? Semoga di waktu senggang nanti istri saya, Galuh Pramesi, bisa berbagi ceritanya di situs blog-nya secara mendetail.

Atau saya yang cerita? Lihat nanti deh!


Selasa, 03 Oktober 2017

Hari-H semakin dekat!

Sejak menulis postingan yang terakhir dan sibuk mengurus administrasi pernikahan dan pernak-pernik pernikahan dari beberapa vendor, tidak terasa hari-H semakin dekat. Mungkin secara presentase, Insha Allah sudah sekitar 80% persiapannya. Banyak pengalaman yang saya dan Galuh lewati bersama baik suka maupun duka (lebih banyak sukanya, sih) dalam mempersiapkan ini.
Biar tidak stres mengurus persiapan pernikahan,
luangkan waktu dengan menonton film di bioskop.
Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya share di blog ini. Namun, Galuh sudah posting di blog-nya mengenai persiapan sebelum memasuki "persiapan pernikahan". Persiapan di sini lebih ke arah pendekatan diri kita kepada keluarga pasangan. Bisa saja kan kita sebagai pasangan sudah click, namun belum tentu dengan keluarga inti pasangan?

Selain itu menghadapi fase penentuan tanggal dan venue pernikahan. Enaknya, perhelatan acara dilaksanakan pada hari apa (biasanya, kalau tidak Sabtu, ya Minggu) dan tanggal berapa (yang jelas, tidak tanggal 32) dan jam berapa? Menentukan tanggal pun tidak semudah kita memilih paket makanan McDonald's (saya suka paket Big Mac dengan kentang dan soft drink di-upsize) karena kita juga harus mencocokan ketersediaan tanggal di venue yang dipilih dan untuk kami yang berada di ruang lingkup keluarga Jawa, penentuan tanggal pelaksanaan pernikahan juga harus memperhatikan weton jawa: tanggal dan hari baik.
Terakhir bikin pas foto kapan ya?
Kalau semua langkah di atas sudah dilewati, jangan lupa mengurus administrasi pernikahan. Semua kegiatan dimulai dari tingkat paling bawah yaitu RT-RW tempat kita tinggal (sesuai dengan KTP lho ya), kemudian ke tingkat kelurahan, pemeriksaan kesehatan baik calon mempelai pria maupun calon mempelai wanita di puskesmas kecamatan, dan diakhiri dengan memasukkan berkas di Kantor Urusan Agama. Alhamdulillah, tidak ada kendala yang berarti selama berurusan di kantor pemerintah, meski mungkin ada beberapa kebijakan yang berbeda di masing-masing wilayah di mana calon pengantin pria/wanita tinggal. Hanya satu kendala dari diri saya sendiri, yaitu suka menunda waktu, hehe.

Setelah menikah nanti Insha Allah saya akan menulis yang lebih lengkap mengenai pernikahan dari A sampai Z di blog ini. Sekarang lebih menjaga kondisi kesehatan lahir-batin. Sudah mulai deg-deg serrr, eh!

Selasa, 18 Juli 2017

Persiapan menuju hari pernikahan di tahun 2017

Puasa Ramadhan 1438H sudah berlalu. Hari Raya Idul Fitri 1438H pun demikian. Mumpung bulan ini masih bulan Syawal, ijinkan saya untuk mengucapkan minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita senantiasa diridhoi oleh Allah SWT serta dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan 1439H. Amin.
Keliling kota Tulungagung, Jawa Timur di Hari Raya Idul Fitri 1438H.
Bulan ini baik saya dan Galuh mulai lanjut menyicil (karena bulan puasa kemarin kami memutuskan libur) persiapan untuk acara yang Insha Allah akan dilaksanakan di penghujung tahun 2017. Dari yang dulu hanya sebatas angan-angan dalam hal konsep, sekarang Insha Allah sudah mulai mengerucut baik dari pemilihan wedding organiser, catering, gedung, dan lain sebagainya. Semoga dengan jarak waktu beberapa bulan ini, segala urusan baik di RT-RW, kelurahan, kecamatan, Kantor Urusan Agama, wedding vendors, dan lain-lain berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.

Bismillah...

Kamis, 13 April 2017

Alhamdulillah, resmi bertunangan!

Setiap bertemu teman maupun sanak saudara dalam hajatan resepsi pernikahan, pasti selalu mendapat lontaran pertanyaan, "Kapan nyusul?", atau "Kapan nikah?" dan lain-lain. Saya pribadi saat itu selalu menjawab, "Nanti kalau sudah waktunya" sambil melempar senyum tipis-tipis atau malah cengengesan, hehehe.

Alhamdulillah, setelah pertemuan pertama saya dengan Galuh Pramesi di 29 February 2016, kemudian "jadian" di 21 Juli 2016, pada 6 April 2017 kemarin setelah melewati beberapa fase dalam kehidupan (halaaah, apaan sih..) saya bersama bapak-ibu berkunjung ke rumah orang tua Galuh dalam rangka: LAMARAN!

"Jadi, maksud kedatangan kami ke rumah kali ini adalah..." (6/4/2017)
Alhamdulillah prosesi lamaran berjalan lancar dan khidmat. Berarti bisa dikatakan bahwa kami sekarang resmi bertunangan. Sebelum lamaran, sekitar 2 minggu sebelumnya saya ke rumah orang tua Galuh beserta bapak-ibu, Gasha dan Suci dalam rangka perkenalan. Sayang, saat itu Wisnu tidak bisa hadir karena masih berada di Tembagapura, Papua. Semoga dalam waktu dekat ini saat keluarga Galuh berkunjung ke rumah, Wisnu bisa turut hadir membawa istrinya, Ulin beserta si kecil, Yasmine.

Bismillah untuk naik ke jenjang berikutnya. Semoga mimpi kami untuk menikah di tahun 2017 bisa diwujudkan. Oleh sebab itu mulai sekarang mulai sibuk cari tanggal, gedung, vendor, dan lain-lain. Semoga segala proses berjalan lancar, komunikasi antar pihak keluarga bisa tersampaikan secara jelas, serta selalu dilimpahkan kesehatan dan rejeki oleh Allah SWT. Amin.

Senin, 05 Desember 2016

Menginjak usia 30 tahun!

Akhirnya menulis blog lagi di penghujung tahun 2016! Apa kabar?

Anak Desember! #pathdaily

Alhamdulillah, 2 Desember 2016 yang lalu saya (akhirnya) memasuki usia kepala tiga, yaitu 30 tahun (iyo, wes tuwek!). Tahun ini begitu spesial bagi saya karena kehadiran Galuh Pramesi di dalam hidup saya. Banyak cerita yang terjadi selama tahun 2016, sampai saya tidak sempat menulis di blog ini. Biarkan cerita-cerita yang telah berlalu mengendap di dalam kepala saya.  Nanti deh kalau ada waktu longgar saya akan menulis cerita itu.

Perayaan ulang tahun bareng adiknya, Riska Pratiwi, yang jatuh pada 3 Desember 2016.

Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas ucapan dan doa dari teman-teman sekalian. Doa yang baik dari teman-teman semoga juga kembali ke kalian. Terima kasih juga untuk Galuh dan keluarga yang sudah berkenan menerima saya, yang turut mendoakan semoga apa yang saya cita-citakan bisa terwujud nanti di tahun 2017, Amin.

Segini dulu deh tulisan singkat saya kali ini. Nanti disambung lagi jika ada waktu memungkinkan. Selamat beraktifitas di penghujung tahun 2016!

Selasa, 28 Juni 2016

Kamu asli mana?

Bapak dan Anak
Di Mill 74, Tembagapura

Hampir setiap orang pernah mendapatkan pertanyaan template, salah satunya: "(Kamu) Aslinya mana?". Ketika saya mendapatkan pertanyaan seperti itu, hati langsung berkecamuk sambil bergumam dalam hati "wah, cerita panjang lagi nih." sambil menghela nafas panjang.

Jawabnya bagaimana ya?

Bapak asli Lawang, Malang, sedangkan Ibu asli Ngantru, Tulungagung namun besar di Surabaya. Sedangkan saya, errr 15-16 tahun lahir dan besar di Tembagapura, Papua, dan kini berdomisili di Surabaya. Iya, saya selalu bilang kalau saya kelahiran Papua, jarang bilang asli Papua. Tapi bagaimana pun juga, Papua mengalir di dalam darah saya. Saya selalu rindu akan tanah kelahiran Tembagapura. Dan saya yakin pasti anak-anak Tembagapura juga pusing jika mendapat pertanyaan seperti ini.

Kemudian respon lawan bicara, "Kok ga keriting rambutnya."

Ealah.

Minggu, 01 Mei 2016

La Familia

Lotus Putri Rizqi & Shamadyarta Ikhtiyar's wedding, (30/4/2016)

"Family is the most important thing in the world." - Princess Diana

Selasa, 23 Februari 2016

You're the Sweetest. The Big Book of Daily Courtesy.

Suka jengkel lihat orang yang suka menyerobot antrean di tempat umum; atau melihat anak kecil yang rewelnya minta ampun ketika sedang di restoran. Hal-hal seperti itu membuat saya hanya bisa menghela nafas sambil bergumam dalam hati, "Semoga pasangan dan putra-putri saya kelak tidak seperti itu." *Nganu, sampai tulisan ini dimuat, anak saja belum punya, apalagi pasangan.


Beberapa saat yang lalu, teman saya, Yoanita Simanjuntak beserta temannya, Marco Dela Torre, merilis buku You're the Sweetest. The Big Book of Daily Courtesy. Ini adalah buku yang isinya colorful yang menceritakan tentang tata-krama baik di rumah maupun di tempat umum namun dengan bahasa penyampaian yang sangat simple dan ringkas sehingga anak-anak bisa cepat paham dan bisa diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Cocok juga dibaca rame-rame di sofa atau tempat tidur sehingga tumbuhlah hubungan antar orangtua dan anak yang hangat dan intim.

Jika tertarik, buku ini bisa ditemukan di toko buku Gramedia atau bisa langsung akses ke www.thewhimsicalprojects.com untuk pemesanan.

Congratulation, Yoan! 

Makan Rangin

Penjual rangin

Kemarin malam (22/2) saya beserta Gasha dan ibu mampir beli martabak terang bulan di Jl Mayjend Sungkono Surabaya. Di depan toko martabak terang bulan ada penjual rangin. Rangin adalah jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan olahan kelapa muda parut dan tepung beras. Rasanya gurih, kadang ditaburi gula pasir di atasnya jika ingin ada manis-manisnya gitu. Saya kurang tahu persis, rangin ini jajanan tradisional asli daerah mana, mungkin kamu tahu?

Rangin merupakan salah satu jajanan favorit saya waktu masih TK. Dulu, waktu di rumah bude di Jl Cipunegara Surabaya, setiap siang atau sore, selalu beli rangin. Eh, tidak setiap hari juga sih jajannya, hehe. Di tahun 2016, di mana banyak sekali jajanan modern bertebaran ternyata masih ada yang menjual jajanan tradisional khususnya rangin meski populasinya tidak sebanyak di tahun 1990-an. Makan rangin sembari menunggu martabak terang bulan, sukses mengobati rasa rindu akan jajanan masa kecil saya dan masa muda ibu saya - tidak tahu kalau Gasha, karena dia masih kecil banget waktu itu, hehe.

Semoga senantiasa lancar dan terbuka lebar pintu rejekinya, pak penjual rangin!

Rabu, 17 Februari 2016

Delta Rims Sidoarjo


Kemarin sore (16/2) Autonomic Surabaya mendapat undangan syukuran dari salah satu member yang baru merintis toko spesialis velg aftermarket. Mengucapkan selamat untuk Okkie Novan atas grand launching Delta Rims wheel specialist! Semoga sukses dan makin besar di Sidoarjo. Amin!

Bagi yang ingin mengganti velg aftermarket untuk kendaraan kesayangannya, silakan mampir di Ruko Center Point kav 19 (samping perumahan Villa Jasmine) Sidoarjo, Jawa Timur.

phone: 081335831575
email: deltarims.sda@gmail.com

Senin, 15 Februari 2016

Senja

Dari jendela kamar

"Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….
Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet.
Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang.
Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan.
Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi…"

― Seno Gumira Ajidarma, Jazz, parfum, dan insiden.

Minggu, 14 Februari 2016

Citilink Inflight Magazine 2016

Citilink Inflight Magazine
Ciee, masuk inflight magazine!

Mendapat kiriman foto dari seorang teman yang kebetulan jadi penumpang Citilink beberapa saat lalu. Saya tidak menyangka kalau testimonial saya di-publish di Citilink Inflight Magazine edisi February 2016. Yup, itu testimonial saya kepada Citilink via Twitter yang saya kirim pada 17 November 2015. Oh iya, saya juga menulis pengalaman pertama saya dengan Citilink di blog: Hello Citilink Supergreen!

Hmm, untung foto saya tidak ikutan di-publish di majalah, hehe. Selamat hari Minggu! Selamat Hari Kasih Sayang!

Sabtu, 13 Februari 2016

Supir jalur antarkota

Surabaya-Semarang via Pantai Utara Jawa, 2015.

Di antara keluarga, saya termasuk yang paling betah mengemudi kendaraan berjam-jam di jalur antarkota. Bagi sebagian orang, mengemudi kendaraan adalah suatu kenikmatan yang tiada tara. Apalagi kalau kita berkendara melalui jalan yang jarang dilewati dan/atau belum pernah dilewati sebelumnya. Banyak pemandangan baru yang disuguhkan sepanjang perjalanan. Namun dengan catatan, jika sewaktu-waktu bertemu kemacetan di suatu titik, masih dalam tahap wajar; bisa stress penumpangnya kalau tidak lekas sampai di tempat tujuan. Saya pun bisa ketularan stress nantinya.

Duh, lama tidak nyetir jalur antarkota. Kapan ya?

Jumat, 12 Februari 2016

sibling.love

Hidden Valley, Tembagapura, 1996.

"Setiap kali kita mengingat antiknya kakak/adik kita, coba ingat juga bahwa kita pun antik dalam pandangan mereka." 
— Alissa Wahid, 2014.

Hotel Bumi Surabaya, 2015

"Yang sedarah tidak selalu bisa menjadi sahabat. Maka syukurilah bila kakak-adik kita adalah sahabat kita. Itu berkah besar." 
— Alissa Wahid, 2015.

Senin, 08 Februari 2016

Buku kenangan yang membuka kenangan.

Hari ini melanjutkan sesi membersihkan rumah. Kali ini fokus kepada gudang yang sudah bertahun-tahun tidak dijamah. 

Buku angkatan LaMuMo, Yayasan Pendidikan Jayawijaya Tembagapura 2001/2002

Tidak sengaja menemukan buku kenangan semasa sekolah di Yayasan Pendidikan Jayawijaya Tembagapura, Papua! Saat itu kami menyebutnya buku tahunan atau year book. Menurut pengamatan saya, dalam sejarah YPJ yang lahir pada 7 Agustus 1973 belum mengenal nama angkatan, melainkan menggunakan tahun kelulusan ketika sudah menginjak kelas IX atau 3 SLTP. Semua itu berubah ketika memasuki tahun 2000.

Penggunaan nama angkatan dirintis oleh kakak angkatan 2 tahun di atas kami, angkatan 1999/2000 dengan nama angkatan, yaitu Kemp Xylon. Tidak hanya itu, mereka adalah yang pertama kali membuat buku tahunan untuk dijadikan kenangan setelah lulus dari YPJ Tembagapura, melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya di luar Tembagapura. Hal itu tentunya menginspirasi para adik kelas untuk membuat buku kenangan di masa yang akan datang. Angkatan 2000/2001 merupakan angkatan kedua yang menggunakan nama angkatan, yaitu Nemang Kawinol.

Angkatan La Muchacha Montana, disingkat LaMuMo, merupakan angkatan ketiga yang meneruskan tradisi yang sudah dilakukan oleh kakak-kakak sebelumnya. Arti dari La Muchacha Montana sendiri adalah "Anak Gunung". Saya lupa bagaimana cerita asal mula kami menemukan nama tersebut dan mengapa bisa sepakat. Apa karena efek dari menonton Monchichi di Cartoon Network?

Jumat, 05 Februari 2016

First Impression: Food Junction - Grand Pakuwon

Pada 22 January 2016, saya sempat melihat di salah satu media elektronik tentang grand opening Grand Pakuwon di Surabaya Barat. Di dalam Grand Pakuwon salah satunya adalah Food Junction yang merupakan salah satu destinasi hiburan dan kuliner baru khususnya di sekitar Margomulyo. Food Junction ini seperti layaknya East Coast Pakuwon City yang terletak di Surabaya Timur.

Food Junction - Grand Pakuwon Surabaya at night.

Kemarin (4/2) saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat tersebut, yang menurut beberapa orang, tempatnya jauh dari pusat kota; hampir mendekati perbatasan Surabaya-Gresik. Berangkat ke Grand Pakuwon dari Surabaya Selatan. Saya memutuskan mencoba akses lewat jalan biasa: Jl Raya Diponegoro - Jl Banyu Urip - Jl Sukomanunggal - Jl Tanjungsari - Jl Raya Manukan Lor - Jl Banjarsugihan - kemudian belok kanan menuju Jl Margomulyo Indah, di situ ada tulisan besar "GRAND PAKUWON". Setelah melewati gerbang tersebut, kita akan melewati jalan layang di atas double-track kereta api jalur Pantai Utara. Yup, memang terasa jauh bagi yang baru pertama kali lewat atau jarang ke Surabaya Barat pucuk lewat jalan biasa, hehe. Belum lagi, kawasan Margomulyo ini merupakan kawasan pergudangan, jadi bakal sering bertemu dengan truck-truck ukuran besar.

Suasana Food Junction - Grand Pakuwon Surabaya

Lahan parkir untuk mobil cukup luas; tapi belum tahu apa sanggup menampung mobil pada saat weekend. Untuk lahan parkir sepeda motor disediakan ruang teduh, memanfaatkan kolong jalan layang. Ketika masuk ke dalam, aura food court/pujasera pun terasa. Banyak bangku dan meja dan tenant-tenan yang menjual aneka makanan dan minuman. Tempat makan dibagi menjadi dua: indoor dengan atap tinggi dan outdoor di teras belakang. Sayang, karena kondisi gelap dan hujan, saya tidak sempat keliling area outdoor dimana terdapat lampu-lampu lampion, kolam, ferris wheel, arena bom-bom car.

Kolam Food Junction Grand Pakuwon Surabaya

Mungkin ini dulu catatan pandangan pertama saya tentang Food Junction. Mungkin saya akan ke sana lagi kalau Grand Pakuwon sudah mulai ramai sekitar 2-3 tahun mungkin(?). Semoga kedepannya ada pusat perbelanjaan dan bioskop disamping komplek perumahan mewah di sana.