Pages

Kamis, 13 Agustus 2026

Belum Terlambat untuk Memulai Lagi

Saya mungkin terlambat, tetapi belum selesai.

Sudah cukup lama saya berhenti menulis dan memperbarui blog karena satu dan lain hal. Sekarang saya ingin mulai menulis lagi.

Namun, ada satu hal yang membuat saya cukup banyak berpikir. Selama ini saya termasuk orang yang jarang membaca, jarang menambah pengetahuan, dan kurang mengembangkan skill. Tanpa terasa, usia saya sudah mendekati 40 tahun. Ada perasaan menyesal ketika menyadari hal tersebut.

Seandainya Waktu Bisa Diulang

Seandainya waktu bisa diulang kembali, saya ingin sekali menata kehidupan ketika masih duduk di bangku sekolah menengah. Saya ingin lebih aktif belajar, mengikuti berbagai kegiatan tambahan, dan bergaul dengan lebih banyak orang.

Mungkin dengan begitu saya bisa lebih mengenal diri sendiri, termasuk mengetahui minat dan arah yang ingin saya ambil sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Saya juga merasa peran orang tua dalam memberikan gambaran mengenai pendidikan pada saat itu masih terbatas. Akibatnya, saya kurang memiliki pandangan yang jelas mengenai pilihan studi dan masa depan.

Bisa dikatakan saya sempat berada di jalur pendidikan yang tidak benar-benar saya pahami sepenuhnya.

Saya pernah mencoba beberapa bidang studi di masa setelah sekolah, tetapi tidak semuanya saya lanjutkan hingga selesai.

Yang paling membuat saya bertanya-tanya adalah mengapa saat itu saya seperti tidak memiliki semangat untuk menyelesaikannya.

Kalau melihat kembali masa sekolah dan masa setelahnya, saya merasa tidak memaksimalkan kemampuan yang saya miliki. Saat itu mungkin saya belum menyadari bahwa belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai atau menyelesaikan jenjang pendidikan.

Ada kemampuan berpikir yang sebenarnya ikut terbentuk dari proses belajar itu sendiri.

Sekarang saya menyadari bahwa saya kurang melatih diri untuk berpikir kritis, sistematis, dan logis. Saya sering berpikir terlalu lama sebelum mengambil keputusan. Terkadang terlalu banyak mempertimbangkan berbagai kemungkinan hingga akhirnya justru sulit bergerak.

Saya tidak tahu apakah semua itu sepenuhnya disebabkan oleh pengalaman pendidikan saya di masa lalu. Namun, saya merasa pola tersebut ikut memengaruhi cara saya mengambil keputusan hingga sekarang.

Kondisi Saya Sekarang

Beberapa tahun belakangan ini saya membantu usaha milik keluarga di luar kota. Peran saya lebih banyak berkaitan dengan beberapa pekerjaan administratif dan operasional.

Di sisi lain, saya menjalani peran sebagai bapak rumah tangga. Saya mengurus anak sejak bayi hingga sekarang sudah duduk di kelas 1 SD, sementara istri saya tetap aktif bekerja.

Kami menjalani pembagian peran yang mungkin berbeda dengan keluarga lain.

Saya bersyukur bisa menjalankan peran tersebut. Tetapi ada satu hal yang sering mengganggu pikiran saya.

Saya merasa ingin memberikan kontribusi finansial yang lebih besar untuk kebutuhan rumah tangga.

Masa kerja sama dalam pekerjaan yang saya jalani sekarang juga akan berakhir tahun depan. Artinya, saya harus mulai memikirkan dari sekarang bagaimana mendapatkan sumber penghasilan lain.

Beberapa pilihan sudah terpikirkan.

Menjadi pengemudi taksi online, misalnya. Namun, ada beberapa kendala yang harus dipertimbangkan.

Pilihan lainnya adalah mencoba membangun usaha kecil secara mandiri. Saya masih harus banyak belajar karena belum memiliki pengalaman dan keterampilan bisnis yang cukup.

Saat ini saya sudah memiliki beberapa gambaran mengenai usaha yang mungkin bisa saya jalankan dari rumah. Namun, saya masih dalam tahap mempelajari pasar, menghitung kebutuhan modal, mempersiapkan produk, dan mencari tahu apakah usaha tersebut nantinya mampu memberikan penghasilan yang cukup.

Pertanyaannya, apakah usaha tersebut nantinya mampu memberikan penghasilan yang cukup untuk menggantikan pemasukan saya sekarang?

Saya belum tahu.

Tetapi saya merasa harus mulai mencoba.

Saya Ingin Belajar Lagi

Selain masalah pekerjaan dan penghasilan, ada hal lain yang ingin saya perbaiki.

Saya ingin kembali aktif bersosialisasi dengan orang lain. Membuka koneksi baru. Mendengar wawasan baru dan belajar dari pengalaman orang lain.

Saya sebenarnya termasuk pendengar yang baik. Saya senang mendengarkan cerita orang.

Namun, salah satu kekurangan saya adalah sulit berbicara di depan umum.

Saya sering kagum dengan orang yang memiliki kemampuan public speaking yang bagus dan wawasan yang luas. Oleh karena itu, saya sering mendengarkan podcast.

Namun rasanya itu belum cukup.

Saya ingin mulai lebih serius membaca berbagai hal. Apa pun topiknya.

Saya juga ingin bertemu dan belajar dari orang-orang baru, misalnya dengan mengikuti webinar atau kegiatan lainnya.

Mungkin selama ini saya terlalu banyak berpikir tentang apa yang sudah terlewat.

Padahal, masih banyak hal yang bisa saya pelajari mulai sekarang.

Seandainya Bisa Berbicara dengan Diri Saya 21 Tahun yang Lalu

Seandainya saya bisa berbicara dengan diri saya sendiri 21 tahun yang lalu, mungkin saya akan mengatakan:

Jangan terbuai dengan fasilitas orang tua.

Explore potensi dirimu sebanyak mungkin.

Jangan terlalu takut mencoba.

Jangan terlalu banyak berpikir sampai akhirnya tidak melakukan apa-apa.

Saya termasuk orang yang sering overthinking. Dan menurut saya, hal itu tidak selalu baik. Terlalu banyak berpikir terkadang justru membuat kita sulit bergerak.

Saya tidak bisa mengubah keputusan yang sudah saya ambil.

Saya tidak bisa kembali ke masa SMA.

Saya tidak bisa mengulang masa kuliah.

Tetapi saya masih bisa menentukan apa yang ingin saya lakukan hari ini.

Mulai Lagi

Mungkin inilah alasan saya ingin kembali menulis.

Menulis bukan hanya tentang membuat artikel atau mengisi blog.

Bagi saya, menulis mungkin bisa menjadi cara untuk melatih pikiran agar lebih terstruktur. Menulis memaksa saya untuk berhenti sejenak, memikirkan apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan, lalu mencoba menuangkannya dalam kata-kata.

Menulis juga bisa menjadi wadah untuk menyampaikan pemikiran dan unek-unek yang selama ini sulit saya sampaikan secara langsung.

Saya tidak tahu akan seperti apa kehidupan saya satu tahun ke depan.

Mungkin saya akan memiliki usaha sendiri.

Mungkin saya akan menemukan pekerjaan baru.

Mungkin saya akan lebih banyak membaca.

Mungkin saya akan bertemu dengan orang-orang baru.

Atau mungkin semuanya berjalan tidak seperti yang saya bayangkan.

Tetapi setidaknya saya ingin mulai bergerak.

Usia memang tidak bisa diulang. Waktu yang sudah berlalu juga tidak bisa kembali.

Namun, kesempatan untuk belajar masih ada.

Kesempatan untuk mencoba masih ada.

Kesempatan untuk berubah juga masih ada.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai lagi, bukan?

Minggu, 12 April 2026

Fotokopi 2026


Jarang banget foto kopi, biasanya langsung nyeruput sambil nonton channel berita di televisi.

Kalau ngopi, Anda termasuk tim kopi hitam atau kopi krim? Atau lebih memilih teh atau susu hangat?

Minggu, 26 Oktober 2025

Membuat Souvenir Ulang Tahun Anak: Ide Sederhana dan Berkesan

Souvenir ulang tahun Andra

Merayakan ulang tahun anak selalu menjadi momen spesial. Salah satu hal yang tak kalah penting adalah souvenir ulang tahun. Souvenir menjadi bentuk ucapan terima kasih kepada tamu yang hadir, sekaligus kenang-kenangan dari pesta si kecil.

Tahun ini terasa istimewa bagi kami. Beberapa hari lagi Andra akan berulang tahun yang ke-6. Selama ini, kami selalu merayakannya secara sederhana: tiup lilin bertiga di rumah, lalu membuat acara kecil-kecilan di rumah eyang kakung dan eyang ibu, juga di rumah akung.

Namun kali ini berbeda. Untuk pertama kalinya, kami akan merayakan ulang tahun Andra di sekolah, bersama guru dan teman-teman sekelasnya. Rencana ini sebenarnya sudah kami buat sejak Andra masih di kelas KB. Kami pernah berkata, “Nanti kita rayakan ulang tahun pas Andra sudah TK-B ya.” Dan akhirnya, momen itu datang juga.

Sebelum membeli souvenir, tentu kami meminta izin terlebih dahulu kepada pihak sekolah. Begitu rencana ulang tahun di sekolah sudah disetujui oleh guru, baru kami memikirkan souvenir apa yang cocok untuk anak-anak.

Memilih dan Menyiapkan Souvenir

Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk menyiapkan beberapa jenis souvenir, yaitu:

  • Piring, sendok, garpu, pisau plastik
  • Goodie Bag berisi snack, susu, biskuit
  • Kaos kaki lucu dan menggemaskan
  • Sticker nama anak
Dan tentu saja, kami juga menyiapkan souvenir khusus untuk ibu guru, berupa:

  • Sandwich
  • Snack box

Kami memilih souvenir piring, sendok, garpu, dan pisau plastik karena benda-benda ini bisa digunakan sehari-hari. Di usia mereka sekarang, anak-anak mulai belajar makan sendiri, jadi perlengkapan makan pribadi terasa pas dan bermanfaat. Selain itu, barang-barang tersebut mudah dicari, dikemas, dan tidak mudah rusak selama proses persiapan.

Rincian Barang & Estimasi Harga

Untuk persiapan souvenir ulang tahun Andra, kami memilih beberapa jenis barang berikut dengan harga estimasi di Surabaya (harga dapat berbeda tergantung toko, promo, dan wilayah):

  • Piring, sendok, garpu, dan pisau plastik (alat makan anak) seperti IKEA, dengan harga sekitar Rp20.000 per set.
  • Goodie bag berisi snack + susu + biskuit dengan kondisi sudah dibungkus, seharga Rp9000 per buah.
  • Kaos kaki lucu anak, dengan harga sekitar Rp4000 per pasang.
Dengan rincian ini, kami bisa menyiapkan souvenir yang berguna, menarik, dan sesuai usia anak-anak, tanpa membuat pengeluaran terlalu tinggi.

Estimasi Total Biaya Souvenir

Misalnya, jumlah anak di kelas adalah 20 orang, maka estimasi biaya souvenir adalah sebagai berikut:

  • Alat makan plastik × 20 = Rp20.000 × 20 = Rp400.000
  • Goodie bag snack + susu + biskuit × 20 = Rp9.000 × 20 = Rp180.000
  • Kaos kaki lucu × 20 = Rp4.000 × 20 = Rp80.000
Total estimasi biaya untuk 20 souvenir anak sekitar Rp660.000.

Jika ditambah souvenir untuk guru, seperti sandwich dan snack box, maka total keseluruhan bisa bertambah sekitar Rp100.000–Rp150.000, tergantung pilihan menu dan kemasannya.

Dengan perhitungan ini, menyiapkan souvenir ulang tahun Andra menjadi lebih terencana, hemat, dan tetap menyenangkan untuk anak-anak.

Dari pengalaman menyiapkan ulang tahun Andra, kami belajar bahwa souvenir yang sederhana tapi bermanfaat justru lebih berkesan. Mulai dari alat makan plastik, goodie bag snack, hingga kaos kaki lucu, semua bisa membuat anak-anak senang tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Perencanaan yang matang dan memilih barang yang tepat (terima kasih, mama Galuh!) membuat pesta berjalan lancar dan meninggalkan kenangan manis.

Tidak hanya itu, melihat Andra ikut membantu memasukkan kaos kaki ke dalam plastik souvenir, membuat kami tersenyum sendiri — karena ternyata proses menyiapkan souvenir itu sendiri menjadi bagian dari kenangan ulang tahunnya. Momen kecil seperti ini membuat kami sadar, bahwa kebahagiaan anak dan kehangatan keluarga jauh lebih berharga daripada kemewahan pesta.